Breaking News
Sedang menarik berita terbaru...

Surat Terbuka untuk Panglima: Mengendus Aroma 'Beking' Aparat di Balik Kebalnya Sindikat Judi Binjai


BINJAI – Di tengah bulan suci, mesin-mesin jackpot di kawasan Jalan Ade Irma Suryani, Kampung Tanjung Pekan, Kota Binjai, justru bernyanyi nyaring. Hukum seolah lumpuh tak berdaya menembus barikade tempat perjudian yang disinyalir beromzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per hari ini.


Kinerja aparat penegak hukum setempat kini menjadi sorotan tajam.


Publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin lokasi perjudian yang beroperasi secara terang-terangan dan beroperasi 24 jam ini bisa luput dari radar Polres Binjai beserta jajarannya?


Kejanggalan ini tak pelak memicu opini liar di tengah masyarakat. Bisik-bisik soal dugaan adanya 'upeti stabil' setiap bulan yang mengalir ke pihak berwajib mulai santer terdengar. 


Jika dugaan pembiaran ini benar adanya, tentu ini menjadi tamparan keras bagi integritas institusi kepolisian di wilayah hukum Binjai.


Namun, yang paling mengusik rasa keadilan masyarakat adalah dugaan keterlibatan oknum aparat berseragam yang turun gelanggang. 


Berdasarkan kesaksian warga yang enggan disebut namanya demi keamanan, muncul dugaan kuat bahwa lokasi tersebut "dijaga" oleh oknum TNI AD dan seorang oknum Marinir berinisial HN.


“Oknum berinisial HN ini masih muda, tapi gayanya arogan seolah negara ini miliknya.


Sangat disayangkan jika benar oknum TNI yang seharusnya menjaga kedaulatan negara justru beralih fungsi menjadi tameng pelindung bisnis haram,” ungkap warga setempat dengan nada kecewa.


Keresahan warga tidak berhenti pada deru mesin jackpot. Lokasi yang sama juga disinyalir telah bermutasi menjadi zona merah peredaran narkotika. Sayangnya, jerit keresahan masyarakat sekitar seolah hanya membentur tembok tebal.


Upaya awak media untuk 

mencari kebenaran dan keseimbangan berita pun bertepuk sebelah tangan.


Konfirmasi resmi yang dilayangkan kepada pihak POMDAM I/BB pada Minggu (15/03/2026) sore, terkait dugaan keterlibatan oknum TNI AD di lokasi tersebut, hanya berbalas keheningan.


Bungkamnya instansi terkait justru mempertebal tanda tanya besar di benak publik: Benarkah supremasi hukum di Binjai sudah tak bernyali saat berhadapan dengan sindikat yang diduga dibekingi seragam aparat?


Masyarakat kini menanti ketegasan Panglima TNI dan Kapolri untuk membersihkan oknum-oknum yang mencoreng nama baik institusi. (Red)

Lebih baru Lebih lama