MEDAN — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan janda prasejahtera di lingkungan sekitar Sekretariat BADKO HMI Sumut.
Langkah ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan juga bagian dari upaya strategis organisasi untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai ancaman penyakit sosial.
Dalam acara yang turut melibatkan Kepala Lingkungan (Kepling) setempat tersebut, BADKO HMI Sumut menyalurkan 50 paket sembako—terdiri dari beras dan minyak goreng—serta bantuan uang tunai kepada para penerima manfaat.
Ketua Umum BADKO HMI Sumut, Muhammad Yusril Mahendra Butar-butar, menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi harus menjadi titik tolak penguatan moral generasi bangsa. Menurutnya, pendekatan keagamaan sangat krusial di tengah maraknya ancaman judi, peredaran narkotika, dan tawuran yang rentan menyasar remaja.
“Tujuan utama kami adalah menjaga masa depan generasi emas. Realitas hari ini menunjukkan tingginya keterpaparan anak-anak terhadap narkoba, tawuran, hingga perjudian yang kini makin mudah diakses melalui gawai. Oleh karena itu, pendekatan agama dan pengawasan dari orang tua adalah benteng pertahanan paling utama,” ujar Yusril.
Yusril menambahkan, persoalan kenakalan remaja memerlukan perhatian dan sinergi bersama. Pendampingan yang intensif dari orang tua serta lingkungan masyarakat menjadi kunci agar remaja terhindar dari perilaku destruktif.
Sejalan dengan hal tersebut, Ustaz Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., dalam tausiyahnya, mengupas keteladanan Nabi Muhammad SAW yang patut diaplikasikan dalam kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dan tanggung jawab orang tua dalam membina akhlak keluarga.
"Melawan penyakit sosial seperti perjudian dan penyalahgunaan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada upaya bersama yang berlandaskan pada pendekatan spiritual dan pembinaan moral yang konsisten," tutur Prof. Syukri.
Menutup kegiatan tersebut, Yusril berharap inisiatif kepedulian yang diusung BADKO HMI Sumut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, serta menginspirasi remaja untuk menjauhi tindakan negatif.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, meski dimulai dari langkah kecil di lingkungan terdekat. Ke depan, kami akan terus melakukan pemetaan sosial agar pembinaan dan kontribusi kami dapat berjalan maksimal serta berkelanjutan,” pungkasnya.
